Skip to main content

Search This Blog

Kumpulan Puisi Tentang Hujan Turun Romantis Agustus 2019

Puisi Tentang Hujan – Pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi pada teman-teman semua mengenai puisi tentang hujan. Puisi hujan terkadang mampu mewakili perasaan gundah yang kita rasakan. Betapa sedihnya ketika kita sedang melaksanakan beberapa tugas yang itu mengharuskan kita terjun ke lapangan dan outdoor. Ketika hujan melanda maka bisa di pastikan tugas itu akan terganggu dan terbenkalai. Tapi hendak bagaimana lagi, karena itu adalah kehendak dari sang maha pencipta. Hujan itu membawa sejuta berkah, namun bisa juga membawa bencana sebagai pesan peringatan dari tuhan sang pencipta. Oleh karena itu sangat disayangkan jika kita merasa kecewa dengan turunya hujan.

Berkaitan dengan tema postingan kali ini yaitu puisi hujan, maka saya akan sedikit menjelaskan beberapa alternatif puisi dengan bertemakan hujan. Puisi tentang hujan disini bisa juga digunakan sebagai bahasa kiasan untuk menggambarkan kemurungan atau kesedihan seseorang. Namun pada umumnya senja dan hujan itu sering digunakan sebagai salah satu bahasa kiasan tentang kesedihan. Namun bisa juga disini puisi hujan memang menceritakan sebuah kisah yang berkaitan dengan cuaca disekeliling yang memang sedang hujan atau badai.

Puisi hujan kali ini saya bagikan beberapa puisi yang mewakili beberapa penjelasan yang sudah saya tuliskan di atas. Dan mungkin puisinya yang saya share juga tidak hanya puisi yang bertemakan hujan ada juga beberapa puisi lain sebagai selingan. Oke karena saya rasa cukup penjeleasan dari saya tentang puisi hujan maka sobat bisa langsung nikmati puisinya dibawah ini.

Kumpulan Puisi Tentang Hujan Romantis

Katakan Pada Hujan

Rasa ini begitu mistis

Bagai bayangan rembulan

Sebening bergoyang

Ritmis

 

Baca Juga :  Kumpulan Puisi Sahabat dan Persahabatan Sejati Terbaru

Terbelak mata memandang pucat

Celoteh berangin, parau

Kerutkan pelepah

Retak

 

Sesaat lagi ‘kan senja

Katakan pada hujan

Bukan rayuan

Semoga

Puisi By : Bambang Priatna

13 Februari 2017

HUJAN

Senja

Tanpa warna

Hanya mendung kelabu

Seakan langit sedang berduka

 

Petir

Memekak telinga

Disertai gemuruh gaduh

Rona jingga tertutup jelaga

Puisi By : Arya ’17

HUJAN

Hangat

Tak bermentari

Dingin tak bersalju

Pada musim yang berlalu

 

Hujan

Waktunya menyapa

Sampai pada masanya

Musim yang telah datang

Karya : Altar Cinta / hadi

Jakarta, 01 Pebruari 2017

RINDU BERGELANTUNG

Malam menapakkan hujan kesunyian

Sayup-sayup rerintik mengerang

Petir memerah

Hujam!

 

Nada kelam napas bersenandung

Hiruk canda menjauh

Lebih jauh

Dijauhkan

 

Rindu bergelantung antara hening

Mencekam jerat-jerat Nala

Beradu kebisingan

Memuakkan

 

Kala Sukma memendam tanya

Akankah kumala singgah?

Menghangat cinta

Bertika

 

Sauh lusuh tak berlabuh

Menanti kasih terbasuh

Nyata bersentuh

Terengkuh

Agung Wig Patidusa

Semarang 25-2-2017

KERINDUANKU

Malam ini aku merindukanmu

Seperti rerumpun rumput

Nantikan hujan

Membasah

 

Bagai kehausan tengah sahara

Terkapar pula kerinduanku

Mengharap kasih

Darimu

 

Sayang

Datanglah padaku

Meski hanya sekejap

Cukuplah sebagai pelepas rinduku

 

Bagiku

Hanya dirimu

Yang mampu melenakanku

Ciptakan damai menyejuk jiwaku

Rindu Yang Bercadar

Tolong ambilkan saputangan putih

Itu pemberianmu dulu

Saatku terbasah

Bersamamu

 

Kauusapkan kening mengayun lembut

Kuhanya terpejam menikmati

Seraya bayi

Tersayang

 

Dalam kobaran lentera kecil

Rintik masih terdengar

Malam terbuai

Kehangatan

 

Namun kini, hujan memelas

Tiada pengusap, rindu

Hanya helaan

Berkaca

 

Patidusa – BP 19 Februari 2017

Bambang Priatna

EMBUN JATUH DI LAMOMEA

Fajar gelepar setelah malam

Baca Juga :  Puisi Rindu Buat Sahabat Sejati Paling Mengharukan

Usai hujan menghujam

Brigjend Katamso

Mengaso

 

Portal

Keringat nakal

Telanjang beku membinal

Celaka. Pos tertawa membrutal

 

Genderang mengerang tiga kali

Sial. Nyamur menghambur

Melingsir berkali-kali

Kumelacur

 

Kuning

Bawah lampu

Teriakan sepi kelening

Serulah panggilan hening beku

 

Embun jatuh di Lamomea

Memenjara jiwa anoa

Bungkam makian

Seruan-seruan

 

Gerbang

Terkubur sunyi

Pekat senyap menerjang

Lamomea terdiam dan sembunyi

IBNU NAFISAH

Kendari, 18 Februari 2017

Kerinduanku

Merangkum gugusan jemari hari

Memutar kenangan lalu

Membakar rindu

Padamu

 

Dengarlah

Angin bernyanyi

Membawa rindu untukmu

Yang membeku membiru batu

 

Mungkin rembulan terlalu sunyi

Tuk kabarkan kerinduanku

Terhalang hujan

Memanjang

 

Dingin

Berselimut sunyi

Menunggu kabar tentangmu

Bahagiakah atau sengsara, entahlah

MAMA

Mamaku

Seonggok tanah

Darinya batang bertumbuh

Berdaun berbiji lalu berbunga

 

Sebagian hidupnya hitam berbatu

Kerikil tajam memenuhi

Patera merandu

Menggelayuti

 

Wajahnya

Berukir makna

Tempahan musim cuaca

Guratan kemarau hujan mendera

 

Ketika banjir datang meradang

Luka resah menghadang

Mengikis tangis

Meringis

 

Panas

Rekah memecah

Kering ronta mengganas

Melukai kadang rontok mendesah

 

Dipeluknya pohon rindu cintanya

Menidurkan seraya merayu

Membelai menyusu

Mendekapnya

 

Inangku

Selahan butala

Rahimnya terlahir aku

Sepohon ranting asa buana

Berikut di аtаѕ tadi аdаlаh bеbеrара kumрulаn рuіѕі tentang hujаn ѕереrtі yang sudah ѕауа janjikan dі atas tаdі. Dаn ѕеmоgа kalian semua ѕukа dеngаn puisi-puisi nуа. Jаngаn luра share kаlо mеrаѕа puisi-puisi dі аtаѕ bisa bеrmаnfааt untuk аndа. Sekian dulu dаrі saya, kіtа lаnjutkаn раdа роѕtіngаn yang berikutnya dengan tеmа рuіѕі yang bеrbеdа. Semoga tеrhіbur..!!!!

Kata Mutiara Lainnya :

pantun hujan lucu gokil, puisi lucu tentang hujan, kumpulan puisi romantis pramoedya ananta toer, sajak sunda hujan ngaririncik, sajak tentang hujan sunda, syair hujan berbahasa arab, puisi lebaran tanpa ibu, puisi hujan b sunda, pantun tentang warna cokelat, contoh sajak sunda tentang hujan